9 Kesalahan Besar yang Sering Terjadi Dalam Memulai Bisnis Online

Memulai sebuah bisnis online dimulai dengan mengisi kebutuhan dan membangun kredibilitas, tetapi faktor-faktor yang akan membuat bisnis online kamu sukses tidak berhenti di sana. Meskipun hambatan untuk mendirikan sebuah...

Memulai sebuah bisnis online dimulai dengan mengisi kebutuhan dan membangun kredibilitas, tetapi faktor-faktor yang akan membuat bisnis online kamu sukses tidak berhenti di sana. Meskipun hambatan untuk mendirikan sebuah bisnis online sangatlah sedikit, sebagian besar orang gagal menjalankan bahkan memulainya karena meremehkan hal-hal kecil yang tentunya tidak patut disepelekan. Namun, ketahuilah bahwa kegagalan itu biasa dalam dunia bisnis, terlebih bisnis online. Di sini, kamu dapat jatuh namun dapat bangkit dengan lebih cepat dan mudah ketimbang jika kamu menjalankan bisnis konvensional.

Untuk meningkatkan kemungkinan kamu sukses di dunia bisnis online, cobalah untuk menghindari 10 kesalahan umum ini ketika memulai bisnis online.

1. Tidak Memiliki Rencana Bisnis

Meskipun kamu tidak perlu memiliki rencana bisnis formal tetapi kamu masih perlu rencana. “Orang-orang menganggap rencana bisnis sebagai pekerjaan rumah mereka yang tidak ingin dilakukan, tetapi  buktinya perencanaan membantu saya selangkah lebih maju dalam mencapai keberhasilan, keberhasilan apapun itu.” kata Tim Berry, ketua Palo Alto Software sekaligus penulis buku The Plan-As-You-Go Business Plan.

Kamu tidak harus membuat rencana bisnis formal sebanyak 20 halaman untuk merencanakan bisnis. Yang kamu perlu tahu hanyalah siapa pelanggan kamu, apa yang kamu jual dan apakah orang bersedia untuk membayar produk yang kamu jual itu. Selain itu, tentukan berapa banyak uang yang kamu punya dan berapa lama itu akan bertahan.

2. Berfokus Terlalu Banyak Pada Hal-hal Kecil

Pertama, yang kamu perlu lakukan hanyalah memulai bisnis kamu, fakta membuktikan bahwa pemilik bisnis baru seringkali menghabiskan waktu pada hal-hal kecil yang tidak akan mempengaruhi bisnis mereka secara signifikan. Jangan ikuti jejak mereka.

Sangat mudah untuk teralihkan pada hal-hal kecil seperti bagaimana tampilan kartu bisnis kamu ataupun desain logo, sehingga kamu rela membuang-buang waktu berharga kamu untuk hal-hal itu. Seharusnya kamu berkonsentrasi pada tugas-tugas yang akan membantu mendorong bisnis kamu ke tingkat selanjutnya.

3. Tidak Khawatir Tentang Uang

Jadilah optimis, namun optimis bukanlah segalanya. Ada kemungkinan besar bahwa kamu akan kehabisan uang sebelum menghasilkan apapun. Ketahuilah berapa banyak uang tunai yang kamu punya untuk menjalankan bisnis kamu, berapa yang dapat kamu keluarkan untuk bereksperimen dan pastikan bahwa kamu memiliki rencana untuk mendapatkan lebih banyak sebelum kamu kehabisan.

Seringkali pemilik usaha berebut untuk mengumpulkan dana ketika sudah terlambat. Seharusnya para pendiri membuat rencana keuangan dari awal, merinci secara garis besar berapa banyak uang yang diperlukan untuk mencapai tujuan, dan mengumpulkan uang untuk keperluan tersebut bukan menumpuk uang ketika sambil menjalankannya.

4. Merendahkan Nilai Barang yang Kamu Jual

Apapun yang kamu jual, apakah itu berbentuk produk atau layanan, tetapkanlah harga dengan bijak sehingga kamu akan untung dan tidak merendah-rendahkan nilai barang yang kamu jual dengan mematok harga terlalu rendah. Banyak pengusaha yang mengambil langkah salah dengan merendahkan harga produk mereka dengan harapan mendapat pelanggan lebih banyak. Itu adalah langkah yang salah, karena produk dengan harga yang terlalu rendah yang kurang masuk akal akan dianggap kurang berkualitas, meskipun kenyataannya belum tentu demikian. Pastikan kamu menyesuaikan harga-harga tersebut seiring bisnis online kamu berjalan, supaya harga yang kamu patok tetap wajar dan dapat bersaing dengan baik di pasar.

5. Mengabaikan Service yang Diberikan pada Customer

Dengan begitu banyak transaksi bisnis terjadi di Internet, sangat mudah bagi kita untuk melupakan bahwa pelanggan adalah orang-orang yang jauh lebih mungkin untuk kembali ke situs kita jika mereka pernah mendapatkan pengalaman berbelanja yang baik dengan kita.

Pastikan kamu memiliki beberapa cara untuk berinteraksi dengan orang-orang yang mengunjungi situs kamu. Apapun itu, melalui live chat, survei, email ataupun nomor telepon. Kamu juga dapat memonitor sosial media bisnis online kamu untuk menemukan saran maupun kritik yang mereka sampaikan di sana dan merespon mereka sebagai seorang pelayan pelanggan (Customer Service) yang baik.

6. Terlalu Nekat Dalam Promosi di Media Sosial 

Ketika kamu mulai dengan pemasaran dan mulai membangun popularitas dan merk kamu, cobalah untuk menguji dan mencari terlebih dahulu target pelanggan kamu, cukup satu atau dua sosial media saja sebelum kamu membakar uang untuk berpromosi massal di berbagai sosial media. Banyak pengusaha bisnis online yang memiliki uang berlimpah melakukan hal tersebut pada fase awal bisnis, sehingga mereka sudah rugi di awal sebelum mendapatkan apa-apa. Berpromosi dengan uang jauh lebih disarankan karena akan lebih efektif, namun pastikan target pelanggan kamu terlebih dahulu sebelum kamu mengeluarkan uang untuk itu.

Sebagai aturan umum, Facebook dan Instagram cenderung lebih baik untuk penjualan produk. Namun ini tidak menutup kemungkinan kamu memakai sosial media lain yang lebih personal untuk melakukan promosi, siapa tahu kamu dapat membangun tren baru dalam dunia pemasaran di media sosial.

7. Terburu-buru Dalam Merekrut Karyawan

Banyak pengusaha terburu-buru dengan proses perekrutan untuk segera mengisi posisi-posisi penting dalam bisnis mereka. Semakin terburu-buru, maka dapat dipastikan usaha mereka akan sia-sia karena dapat dipastikan pekerja-pekerja yang berkualitas tidak mudah untuk ditemukan, terlebih jika mereka mencari partner-partner untuk bisnis mereka. Hal ini berlaku untuk semua jenis bisnis, mau itu bisnis online ataupun bisnis konvensional.

Jadi, ketika merekrut orang, pastikan yang kamu cari adalah orang-orang yang memiliki kemampuan atau ilmu yang tidak kamu miliki dan pastikan orang tersebut memenuhi kriteria dasar yang telah kamu tetapkan sebelumnya.

8. Kurang Terobsesi Untuk Sukses

Jangan khawatir tentang waktu. Ide-ide besar tidak datang ketika kamu mencoba untuk mengelola setiap menit dari waktu yang kamu miliki. Ide-ide tidak datang ketika kamu sedang melakukan hal-hal lain. Ide-ide datang ketika kamu berfokus pada satu hal. Berpikir. Ketika kamu sudah mendapatkan ide, pastikan kamu berobsesi penuh terhadap itu dan melakukan segala hal untuk menunjang itu. Berobsesilah pada hal itu, dan buatlah dirimu terobsesi dengan kesuksesan yang akan kamu dapatkan jika kamu fokus dalam menjalankan hal itu. Kurang berobsesi adalah suatu faktor kegagalan pengusaha bisnis online yang baru merintis usaha, karena mereka cenderung melepaskan apa yang mereka lakukan ketika menghadapi sedikit tantangan.

9. Berpikir Bahwa Ada Strategi Ataupun Solusi yang Universal

Hanya karena suatu produk ataupun strategi sukses diterapkan pada satu perusahaan tidak berarti itu akan bekerja dengan baik juga di usaha kamu. Bersifat skeptislah terhadap apapun yang kamu lihat dan apa yang kamu dengar, pertanyakanlah, ragukanlah itu, dan jangan pernah mencerna suatu informasi secara mentah-mentah tanpa kamu pertanyakan lebih dalam. Ketahuilah bahwa tidak ada satu solusi sempurna untuk tiap masalah, karena tiap masalah memiliki latar belakang dan corak permasalahan yang berbeda pula, dan itu dipastikan memerlukan solusi dan usaha yang berbeda.

Bagikan ke sesama!
Categories
Business
Belum Ada Komentar

Tinggalkan Komentar

*

*

Newsletter

Upcoming Events
  1. e2eCommerce Indonesia 2018

    October 17 @ 8:00 am - October 18 @ 5:00 pm

TERKAIT