4 Kesalahan Pengusaha saat Membuat Keputusan

Apakah kamu terbayang dengan beberapa konsep brilian untuk sebuah bisnis ketika kamu bernyanyi kecil sambil mandi pagi ini? Katakanlah kamu menemukan sebuah masalah besar ini mempengaruhi semua orang di...

Apakah kamu terbayang dengan beberapa konsep brilian untuk sebuah bisnis ketika kamu bernyanyi kecil sambil mandi pagi ini?

Katakanlah kamu menemukan sebuah masalah besar ini mempengaruhi semua orang di lingkaran pertemanan kamu, dan kamu berpikir bahwa kamu mendapatkan solusi yang berpotensi menghasilkan milyaran rupiah.

Masalanya adalah kamu bukanĀ  reinkarnasi dari Steve Jobs. Dan kemungkinan besar ide kamu belum cukup matang dan belum siap untuk dijalankan.

Ketahuilah bahwa ide kamu tersebut hanyalah bagian yang sangat kecil dari sebuah puzzle yang utuh. Tugas kamu adalah mempertemukan bagian-bagian puzzle tersebut dan menyusunnya sedemikian rupa sehingga semua potongan berada pada tempatnya.

Ide yang bagus dengan eksekusi yang buruk tidak akan membuat ide tersebut mendekati potensi yang sesungguhnya.

Ide buruk dengan eksekusi yang buruk juga tidak akan membawa kamu ke mana-mana.

Berikut ini adalah 4 kesalahan pengusaha yang harus kamu hindari ketika memilih ide bisnis:

1. Berpikir Bahwa Ide Kamu Sulit Untuk Dijalankan

Jika kamu tidak bersemangat akan ide kamu sendiri, kamu akan sangat sulit melanjutkan ide kamu tersebut. Karena dengan memilih sesuatu yang kamu kurang yakin dan kurang minati, itu berarti kamu sukses memilih jalan sulit menuju pintu kesuksesan kamu sendiri. Jika kamu pikir 10 langkah pertama dari ide kamu sulit itu dijalankan, jangan pernah berpikir tentang 10 langkah terakhir. Ketika ide-ide kamu tidak mengundang perasaan senang dan antusias, kemungkinan besar adalah kamu terlalu memaksakan diri untuk berpikir. Pakai waktu yang ada, dan pikirkan baik-baik sebelum menindaklanjuti ide-ide kamu. Selalu selesaikan masalah yang kamu temukan sebelum melangkah lebih jauh.

2. Menganggap Bahwa Kamu Bisa Mengerjakan Semuanya

Mungkin kamu yakin kalau kamu tidak butuh istirahat, dan kamu bisa menjalankan semuanya sendiri. Mungkin kamu yakin kamu bisa memaksa fisik anda untuk bekerja 24 jam tanpa henti, sebelum itu memiliki dampak yang serius pada tubuh kamu. Kenyataannya, kebanyakan orang menyesal karena telah memulai bisnis mereka dengan pola ini, dan mereka tidak bisa apa-apa kecuali melanjutkannya hingga suatu saat fisik mereka tidak sanggup lagi. Salah satu contohnya adalah para penjual makanan yang bekerja sendiri, dan mereka pelit untuk mempekerjakan anak buah hanya untuk menghemat sebagian kecil dari penghasilan mereka. Ujung-ujungnya, mereka jatuh sakit dan bisnis mereka tidak bisa jalan sama sekali.
Jika kamu mau menjalankan ide kamu, pastikan ide tersebut memungkinkan kamu memanfaatkan teknologi untuk mengotomatisasi pekerjaan-pekerjaan tertentu dan tidak butuh pengawasan 24 jam penuh. Jika tidak, maka bersiaplah untuk mempekerjakan orang, karena hampir tidak mungkin kamu bisa menjalankan semuanya sendiri dari nol. Pastikan kerjaan kamu tidak menjadi berantakan saat kamu pergi berlibur ataupun ketika kamu tidak bisa turun tangan karena ada hal darurat lainnya.

3. Tidak Memikirkan Perencanaan Dana yang Matang

Cobalah untuk tidak membuat hal-hal lebih sulit pada awalnya. Jika kamu tahu bahwa kamu akan memiliki kesulitan mendapatkan modal untuk sebuah ide, pilihlah sesuatu yang lain daripada kamu menghabiskan waktu pada sesuatu yang tidak mungkin tercapai. Tidak mungkin dalam artian ini adalah ketika kamu yakin modal tersebut tidak akan tertutupi bahkan ketika kamu meminjam uang dari semua orang di lingkaran pertemanan kamu. Ujung-ujungnya, kamu hanya menciptakan lebih banyak rintangan menuju kesuksesan kamu. Ide-ide bagus tidak perlu modal yang besar, karena modal akan datang sendiri ke ide-ide yang besar. Percayalah bahwa investor akan datang ke depan pintumu jika idemu itu layak dikembangkan.

4. Target Pelanggan yang Tidak Jelas

Ini adalah salah satu hal yang harus dipertimbangkan ketika akan menjalankan ide kamu. Pertimbangkan biaya yang akan kamu keluarkan untuk mendapatkan seorang pelanggan yang membayar. Pastikan usaha yang kamu keluarkan setimpal dengan hasilnya, misalnya biaya yang kamu keluarkan untuk promosi tertutupi oleh penghasilan. Yang harus kamu tekankan adalah biaya, dan memaksimalkan penghasilan. Itu adalah konsep dasar sebuah bisnis, di mana kamu menggarap hasil yang sebesar-besarnya dari usaha seminimal mungkin. Jika ide kamu membutuhkan usaha yang sangat besar dan ternyata akan sangat sulit mendapatkan pelanggan, pastikan kamu tidak melanjutkan itu karna ide itu hanya akan menahanmu untuk melangkah lebih jauh.

 

Bagikan ke sesama!
Categories
Business
Belum Ada Komentar

Tinggalkan Komentar

*

*

Newsletter

TERKAIT