8 Pengumuman Menarik di Google I/O 2017

Setiap tahunnya, Google mengadakan konferensi yang lebih dikenal dengan Google I/O di San Fransisco, California. Di tahun 2017 ini, mereka memperkenalkan fitur-fitur baru untuk sistem operasi Android dan juga...
8 Pengumuman Menarik di Google IO 2017
8 Pengumuman Menarik di Google IO 2017

Setiap tahunnya, Google mengadakan konferensi yang lebih dikenal dengan Google I/O di San Fransisco, California. Di tahun 2017 ini, mereka memperkenalkan fitur-fitur baru untuk sistem operasi Android dan juga Google Home. Berikut ini adalah 8 pengumuman menarik di Google I/O 2017 :

 

  1. Google Lens di dalam Google Assistant

Google Lens adalah sebuah teknologi yang membuat kamera smartphone mampu mengetahui objek apa yang mereka dapatkan, tidak hanya merekam gambar objek tersebut. Contohnya, jika kamu mengarahkan kamera tersebut ke sebuah restoran, rating dari restoran tersebut akan langsung terlihat oleh user. Kamu juga bisa melihat nama dari sebuah tanaman jika kamu mengarahkan Google Lens ke tanaman  tersebut.

Teknologi ini sebenarnya sudah diterapkan oleh Google di dalam fitur layanan Google Translate, namun kali ini mereka menambahkan fitur ini ke dalam Google Assistant dan Google Photo. Google juga mengumumkan bahwa mereka sudah merilis aplikasi khusus Google Assistant untuk iPhone user.

 

  1. Telepon lewat Google Home

Sebelumnya, Amazon merilis speaker pintar bernama Echo yang dapat digunakan untuk melakukan panggilan telepon dan menerima telpon masuk. Google merilis fitur yang serupa dan diterapkan di dalam Google Home. Yang membedakan Echo dengan fitur yang dimiliki Google adalah fitur panggilan telepon di Google Home hanya bisa digunakan untuk membuat panggilan, tidak bisa menerima sehingga privasi user tetap terjaga.

 

  1. Android Go

Di tahun 2014, Google telah merilis Android One, versi lain dari sistem operasi Android yang dapat berjalan dengan koneksi internet dan memori yang terbatas. Kehadiran Android One diharapkan dapat menjangkau masyarakat di negara-negara berkembang yang belum mampu membeli smartphone flagship. Namun, produk tersebut belum meraih kesuksesan nya.

Nah, di tahun 2017 ini, Google menghadirkan versi terbarunya yang bernama Android Go. Sistem operasi ini dikatakan bisa berjalan hanya dengan memori minimal 512 MB dan aplikasi di dalamnya akan dibuat se-optimal mungkin agar tidak menggunakan banyak memori dan bandwidth.

 

  1. Android mencapai 2 miliar perangkat

September 2 tahun lalu, pengguna aktif sistem operasi Android mencapai 1,5 miliar di seluruh dunia. Pada Google I/O 2017 ini, Google mengumumkan bahwa Android telah mencapai 2 miliar perangkat aktif. Android tidak hanya digunakan di perangkat smartphone dan tablet, tetapi juga digunakan pada wearable, televisi, dan gadget lainnya.

 

  1. Bahasa pemrograman resmi Android bernama Kotlin

Untuk para developer, ada kabar menarik yaitu Google telah mengumumkan bahwa Kotlin adalah salah satu Bahasa pemrograman resmi untuk Android. Kotlin itu sendiri adalah bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh Jet Brains, yang juga membangun dasar dari pembuatan Android Studio.

 

  1. Google for Jobs

Untuk memanfaatkan kemampuan machine learning mereka dalam membaca apa yang dibutuhkan user, Google merilis fitur terbaru yang dinamakan Google for Jobs. Fitur ini dapat memperhitungkan banyak hal, dimulai dari minat user sampai waktu yang diinginkan user untuk berangkat ke kantor, Google for Jobs akan memberikan lowongan pekerjaan yang sesuai. Lowongan pekerjaan tersebut didapatkan Google dari pihak lain, salah satunya adalah Facebook dan LinkedIn.

 

  1. VR tanpa smartphone

Di tahun 2016, Google telah merilis perangkat VR Daydream. Namun, untuk memunculkan tampilan VR, VR Daydream masih membutuhkan smartphone yang dimasukkan ke dalamnya. Pada kesempatan kali ini, Google mengumumkan bahwa mereka sedang membuat perangkat VR yang dapat digunakan tanpa bantun smartphone. Perangkat VR ini dapat memantau pergerakan kamu menggunakan sistem yang bernama WorldSense. Google akan bekerja sama dengan Qualcomm, HTC dan Lenovo dalam pembuatan VR terbarunya ini.

 

  1. TensorFlow Lite

Sundar Pichai, CEO Google, mengumumkan bahwa mereka telah membuat versi terbaru dari Tensor Processing Unit, yaitu sebuah cip yang dibuat khusus untuk teknologi machine learning. Hal ini memudahkan mereka untuk menciptakan TensorFlow Lite, yang dapat memudahkan developer menggunakan machine learning melalui aplikasi mobile.

Bagikan ke sesama!
Categories
Tech Corner
Belum Ada Komentar

Tinggalkan Komentar

*

*

Newsletter

Upcoming Events
  1. e2eCommerce Indonesia 2018

    October 17 @ 8:00 am - October 18 @ 5:00 pm

TERKAIT