Cara Mengatur Jam Tubuh untuk Meningkatkan Produktivitas

Timing adalah upaya yang kita lakukan dalam mengatur waktu agar semuanya dapat berjalan dengan baik dan tepat waktu. Tidak hanya mengatur aktivitas, timing juga berpengaruh pada aspek lain di...
Cara Mengatur Jam Tubuh untuk Meningkatkan Produktivitas
Cara Mengatur Jam Tubuh untuk Meningkatkan Produktivitas

Timing adalah upaya yang kita lakukan dalam mengatur waktu agar semuanya dapat berjalan dengan baik dan tepat waktu. Tidak hanya mengatur aktivitas, timing juga berpengaruh pada aspek lain di dalam kehidupan sehari-hari manusia. Dengan memaksimalkan penggunaan waktu, manusia dapat bekerja dengan lebih optimal.

Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas kita adalah menyesuaikan timing yang tepat bagi tubuh. Perlu kamu ketahui, tubuh kita punya jam tubuh yang dapat mengatur aktivitas di dalam tubuh kita tanpa kita ketahui. Penasaran bagaimana cara kita untuk mengoptimalkan jam tubuh tersebut? Simak caranya di bawah ini!

 

Bagaimana Jam Tubuh Bekerja?

Jam tubuh bukan berarti benar-benar ada jam di dalam tubuh kita. Beberapa kelompok sel dengan susunan gen khusus membentuk jam tubuh di dalam tubuh kita. Sel-sel ini yang berperan mengaktifkan dan mematikan fungsi berbagai organ di dalam tubuh secara berkala.

Faktanya adalah sebagian besar organ tubuh kita memiliki jam tubuhnya sendiri. Mari kita lihat apa pengaruh jam tubuh terhadap kegiatan yang kita lakukan, dan kapankah waktu terbaik untuk tubuh kita melakukan aktivitas. Kamu dapat meningkatkan produktivitas dengan mengetahui dan menerapkan hal-hal berikut.

 

Waktu Makan

Waktu yang tepat untuk makan masih menjadi perdebatan walaupun sudah banyak yang memberi informasi tentang waktu makan yang ideal. Banyak sumber yang mengungkapkan banyak metode diet yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Sebuah penellitian di bidang metaboisme sel mencoba untuk meneliti apakah pengaturan waktu yang tepat untuk makan dapat memberikan hasil atau tidak.

Dua kelompok tikus percobaan diuji dengan makanan yang sama. Kelompok satu diberikan akses untuk makan setiap waktu, sedangkan kelompok yang satunya lagi hanya diberi akses makan selama delapan jam disaat mereka aktif. Hasilnya, kelompok tikus yang makan di delapan jam aktif mereka memiliki kondisi fisik yang lebih baik serta angka kolestrol dan gula darah yang jauh lebih rendah. Jadi, membatasi asupan makananmu selama delapan jam teraktifmu dalam sehari akan membuat kamu lebih sehat sehingga tetap produktif dan aktif.

 

Makan Malam

Jika kamu mengonsumsi makanan di malam hari, hal tersebut akan membuat jam tubuh berantakan. Hal ini dikarenakan jam tersebut adalah waktu untuk tubuhmu beristirahat, bukan mencerna makanan. Seorang ahli nutrisi dari University of Surrey melakukan penelitian untuk melihat efisiensi tubuh ketika memproses makanan di malam hari dibandingkan pagi hari. Hasilnya adalah tingkat glukosa dalam darah setelah makan malam lebih tinggi dibandingkan dengan makan pagi atau siang.

Angka glukosa dalam darah mengindikasikan kemampuan tubuh dalam memproses dan menyimpan glukosa. Jika angka glukosa dalam darah tinggi setelah makan, dapat mengakibatkan risiko penyakit seperti diabetes. Jadi, akan lebih baik jika kamu hanya mengonsumsi makanan ringan di malam hari, jika diperlukan.

 

Tidur Tepat Waktu

Sebagian orang merasa produktif di pagi hari, tetapi ada juga orang yang merasa lebih produktif di malam hari. Terlepas dari waktu optimal manusia bekerja, setiap orang tetap membutuhkan waktu tidur yang berkualitas untuk me-recharge tenaga mereka. Seorang peneliti bernama Daniel Kripke memberikan fakta bahwa orang-orang yang memiliki durasi tidur 6,5 – 8,5 jam per malam adalah orang-orang yang memiliki umur paling panjang, paling bahagia dan paling produktif. Namun, tidur berlebihan justru akan memberikan dampak negatif yang lebih besar daripada kurang tidur.

 

Olahraga di Waktu yang Tepat

Untuk memilih waktu yang tepat untuk olahraga, jam tubuh juga harus diperhatikan agar latihanmu tetap maksimal. Performa otot berada pada titik puncaknya di jam 14.00-16.00, pada jam tersebut kekuatan otot lebih tinggi enam persen dibandingkan waktu lainnya. Oleh karena itu, peluang cedera akan menjadi lebih kecil.

Koordinasi antara mata dan tangan berfungsi maksimal hingga akhir sore dan persendian serta otot juga 20 persen lebih fleksibel di sore hari. Dari hasil penelitian tersebut, Dr. Michael Smolensky, seorang profesor biomedical engineering dari University of Texas menyimpulkan bahwa olahraga pada pukul 15.00-18.00 adalah waktu yang sesuai dengan jam kerja tubuh.

Bagikan ke sesama!
Categories
Productivity
Belum Ada Komentar

Tinggalkan Komentar

*

*

advertisment
Newsletter

TERKAIT