6 Kesalahan Marketing yang Perlu Kamu Hindari

Marketing, atau pemasaran, merupakan langkah penting yang harus kamu lakukan agar pelanggan tertarik dengan produk yang kamu tawarkan.  Kamu mungkin sudah melakukan berbagai kegiatan marketing, misalnya dengan menggunakan media...

Marketing, atau pemasaran, merupakan langkah penting yang harus kamu lakukan agar pelanggan tertarik dengan produk yang kamu tawarkan.  Kamu mungkin sudah melakukan berbagai kegiatan marketing, misalnya dengan menggunakan media sosial atau memanfaatkan koneksi yang kamu miliki. Terdapat berbagai cara pemasaran yang efektif, namun ada juga kesalahan–kesalahan yang terkadang dilakukan oleh pebisnis dalam memasarkan produk mereka. Berikut adalah 6 kesalahan marketing yang harus kamu hindari, serta saran yang diberikan oleh Margo Aaron, pendiri dari situs web marketing That Seems Important :

 

1. Menghabiskan Terlalu Banyak Dana untuk Iklan Berbayar

Beberapa pebisnis terlalu terburu–buru menggunakan media iklan berbayar, dan terkadang pebisnis menghabiskan terlalu banyak dana pada iklan berbayar yang tidak sebanding dengan keuntungan yang didapat. Sebelum kamu menggunakan iklan berbayar,  hal yang harus kamu lakukan terlebih dahulu adalah membangun relasi dengan pelangganmu, dan mempelajari apa yang mereka inginkan. Dengan begitu, kamu tahu di mana, kapan, dan bagaimana menggunakan iklan berbayar yang sesuai dengan pelangganmu.

 

2. Terlalu Terburu–buru Melakukan Affiliate Marketing

Affiliate marketing adalah proses pemasaran di internet dimana pebisnis atau pemilik produk meminta orang lain (pihak affiliate) untuk memasarkan produk mereka. Sebagai gantinya, jika ada produk yang terjual, affiliate marketer akan mendapatkan komisi dari penjualan tersebut. Beberapa pebisnis terkadang terlalu terburu–buru melakukan affiliate marketing, dimana mereka meminta pihak yang belum mereka kenal secara baik untuk memasarkan produk mereka. Hal ini menyebabkan hubungan antara pebisnis dengan affiliate marketer hanya bersifat transaksional, dimana belum ada kepercayaan terbentuk antara keduanya. Karena itu jika kamu ingin melakukan affiliate marketing, bangunlah hubungan yang baik terlebih dahulu dengan pihak affiliate, serta coba pelajari pelanggan atau audience yang dimilikinya.

 

3. Menggunakan Media Sosial Hanya untuk Melakukan Pengumuman

Media Sosial sangat penting untuk kegiatan pemasaran. Namun, hal yang harus kamu hindari saat menggunakan media sosial sebagai sarana pemasaran adalah terlalu banyak atau bahkan hanya mengumumkan update dari kegiatan bisnismu, misalnya : “Hey guys, kita baru saja mengeluarkan produk baru nih, ayo kunjungi situs web kami!”. Walaupun metode ini memang dapat menarik perhatian beberapa orang, namun metode ini juga dapat terkesan menyebalkan bagi beberapa tipe pelanggan. Metode pengumuman ini memberikan kesan bahwa kamu sedang “berteriak” pada pelangganmu.

Pada jaman ini, yang pelanggan lebih inginkan adalah relasi atau hubungan. Metode pengumuman ini dapat menghalangi kamu untuk bisa membangun relasi dengan beberapa pelangganmu. Gunakanlah kalimat atau konten pemasaran yang terkesan bahwa kamu sedang berbicara atau berinteraksi dengan mereka, bukan meneriaki mereka.

 

4. Menyewa Orang–Orang Ahli untuk Melakukan Hal yang Tidak Kamu Pahami Sepenuhnya

Kamu boleh saja menyewa orang–orang ahli untuk membantu kamu dalam melakukan kegiatan pemasaran. Namun jika kamu tidak sepenuhnya memahami apa yang mereka kerjakan, maka ada resiko bahwa kamu dapat ditipu. Jangan takut untuk bertanya kepada orang–orang yang kamu pekerjakan atau sewa mengenai kegiatan yang akan mereka lakukan. Jika mereka adalah orang–orang terpercaya, mereka dapat menjelaskan kepada kamu dengan jelas sehingga kamu mengerti. Namun jika mereka terkesan bingung atau membuat kamu bingung, ada kemungkinan bahwa mereka sebenarnya tidak terlalu mengerti apa yang mereka lakukan.

 

5. Memasarkan Produk Hanya kepada Teman dan Keluarga

Memang tidak salah memasarkan produk kepada orang–orang terdekat kamu. Namun, jika mereka ternyata bukan pelanggan yang tepat untuk produkmu, janganlah terlalu fokus kepada mereka dan cobalah cari orang–orang yang cocok atau tertarik dengan produkmu. Perluas audience kamu dan jangan hanya berkutat pada orang-orang yang ada di sekitarmu.

 

6. Menunda-nunda

Mungkin adakalanya dimana kamu sudah memiliki produk yang dapat dijual, namun kamu merasa ragu atau takut untuk memasarkannya. Alhasil kamu menunda–nunda atau tidak memasarkan produkmu secara efektif. Reid Hoffman mengatakan : “Jika kamu tidak sedikitpun merasa malu ketika meluncurkan produkmu, maka kamu telah menunggu terlalu lama.” Menunda–nunda dapat menghambat perkembangan bisnismu, dan dapat membuat kamu kehilangan peluang. Jadi, jangan takut dan mulailah dari sekarang!

Bagikan ke sesama!
Categories
Business
Belum Ada Komentar

Tinggalkan Komentar

*

*

Newsletter

TERKAIT