Teknologi AI dalam Industri Perfilman Hollywood

Halo, Sobat FILE! Industri perfilman merupakan salah satu industri yang terus berkembang. Berawal dari potongan gambar hitam-putih yang disusun frame demi frame hingga teknologi CGI pada film-film box office...
film, teknologi ai

Halo, Sobat FILE! Industri perfilman merupakan salah satu industri yang terus berkembang. Berawal dari potongan gambar hitam-putih yang disusun frame demi frame hingga teknologi CGI pada film-film box office saat ini, industri perfilman terus menggunakan teknologi terbaru untuk menghasilkan karya terbaik, salah satunya adalah teknologi AI. 

teknologi AI, film, thanos, avenger, marvel, dc, iron man, end game

Source : Sideshow

Ya, tidak bisa dipungkiri bahwa Artificial Intelligence (AI) secara sadar atau tidak sadar oleh kita bahwa penerapannya sudah luas di bidang-bidang tertentu bahkan industri perfilman pun tidak luput dari sentuhan teknologi AI. Teknologi ini tidak hanya seperti direfleksikan di film-film besar seperti Star Wars, Iron Man, Terminator, Ghost in the Shell, Ex Machina, dan film-film lainnya, tapi dalam penerapan nyatanya pun kecerdasan buatan juga telah digunakan sebagai alat dalam pembuatan dan pemasaran film loh.

Kira-kira peran teknologi AI dalam dunia persinemaan khususnya di Hollywood seperti apa ya? Yuk disimak info selengkapnya!

Algoritma AI dalam Analisis Kesukaanmu

 

teknologi AI, netflix, chill, iflix, indonesia, streaming, hooq, stranger things

Source : NSS Magazine

Netflix menjadi salah satunya, Sobat FILE! Salah satu penyedia layanan media streaming digital ini menggunakan algoritma tertentu untuk menganalisa film-film favorit kalian untuk menentukan rekomendasi film yang bisa kalian tonton selanjutnya. Bahkan hingga jenis artwork yang ditampilkan pada homepage kalian. Netflix dapat menampilkan beberapa jenis artwork yang berbeda dari satu film yang sama untuk masing-masing orang dengan riwayat streaming yang berbeda.

CGI On The Whole New Level

Tidak sampai di situ saja ternyata, industri perfilman Hollywood juga telah menggunakan teknologi AI dalam pembuatan karyanya. Saat ini, Hollywood tidak lagi membutuhkan seniman visual effect yang bisa melukis backdrop untuk sebuah film.

Namun, yang mereka butuhkan adalah orang-orang yang dapat membuat dan melatih algoritma machine learning untuk mengerjakan pekerjaan rutin, seperti menghaluskan animasi dan memetakan wajah aktor atau aktris ke animasi yang dibuat.

Seperti halnya, dalam film Avengers: Infinity War 2018 lalu misalnya, Digital Domain menggunakan kecerdasan buatan untuk mengubah wajah Josh Brolin menjadi Thanos. Algoritma yang digunakan oleh Digital Domain akan menganalisa ekspresi wajah Josh Brolin dan memetakannya secara otomatis dalam tubuh Thanos, sebelum animator yang lain menambahkan sentuhan akhir untuk film tersebut.

teknologi AI, thanos, CGI, avenger, marvel, josh brolin, end game

Source : Animation Wolrd Network

Tak hanya itu, Sobat FILE. Teknologi AI yang digunakan oleh Digital Domain juga dapat menghasilkan gambar beresolusi tinggi dan memungkinkan sang aktor untuk berakting dengan lawan mainnya, bukan sekadar monolog di depan greenscreen. Pengambilan gambar yang seperti ini akan menghasilkan suasana film yang lebih hidup dan nyata. Selain itu, penempatan visual effect bisa dilakukan hampir secara real-time, sehingga untuk Josh Brolin, dia dapat melihat secara langsung bagaimana penampilannya dalam wujud Thanos mulai dari hari pertama pengambilan gambar.

Sama juga dengan proses pembuatan animasi Box Office tahun ini, Alita: Battle Angel, dimana juga mengadopsi teknologi AI seperti dapat dilihat di video behind the scenenya.

Dapat Memprediksi Kesuksesan Suatu Film

Teknologi AI juga bisa menganalisa apakah suatu film layak untuk dibuat atau tidak. Scriptbook, sebuah perusahaan kecerdasan buatan asal Belgia, mengklaim bahwa algoritmanya bisa memprediksi apakah suatu film akan menjadi film box office berdasarkan skenario film tersebut.

Berdasarkan Variety, software tersebut juga bisa menentukan kategori usia suatu film, analisa tokoh, emosi dari suatu karakter, dan target penonton dari film tersebut. Dengan software ini, suatu rumah produksi bisa mengantisipasi kerugian mereka akibat film yang tidak laku di pasaran.

Nah, Sobat FILE, dari teknologi-teknologi yang sudah ada sekarang, kecerdasan buatan memang belum bisa menggantikan peran manusia secara utuh dalam pembuatan karya seni perfilman.

Walau demikian, setidaknya teknologi AI telah membantu mempermudah manusia untuk menghasilkan karya-karya sinematografi yang lebih baik. Namun suatu saat, tidaklah mustahil kalian akan melihat suatu karya yang dirancang dan diproduksi oleh kecerdasan buatan itu sendiri. Apakah kalian tertarik melihat karya itu?

Lihat Juga : Ini Dia 12 Film 2019 yang Paling Di Antisipasi!

Bagikan ke sesama!
Categories
KnowledgeTech Corner
Belum Ada Komentar

Tinggalkan Komentar

*

*

Newsletter

Upcoming Events
  1. e2eCommerce Indonesia

    September 25 - September 26

TERKAIT