Data dalam Mobil Akan Menjadi Lebih Mahal daripada Mobil Itu Sendiri?

Hal paling berharga dari kendaraan masa depan adalah sesuatu yang tidak bisa kita lihat. Lupakan soal mesin, ataupun pelek yang mengkilap. Data adalah benda termahal yang akan ada di...

Hal paling berharga dari kendaraan masa depan adalah sesuatu yang tidak bisa kita lihat. Lupakan soal mesin, ataupun pelek yang mengkilap. Data adalah benda termahal yang akan ada di dalam mobil masa depan kamu.

Masih belum percaya? Mobil zaman kini sudah kebanyakan memiliki berbagai sensor dan kamera yang dipasang untuk melacak performa kendaraan serta keadaan sekelilingnya. Contohnya, sensor mobil kamu bisa memberi tahu kamu kalau ada bagian mesin yang perlu diganti. Dan kamera belakang mobil kamu tidak hanya membantu kamu untuk parkir tapi juga bisa menghitung jumlah pejalan kaki atau kendaraan di suatu area.

Nah, sensor-sensor ini menghasilkan sekumpulan data yang dapat dianalisis dan diperjualbelikan loh. Menurut Tom Coughlin, founder Coughlin Associates, data storage consultant, satu kendaraan yang dapat menyetir sendiri, atau self-driving, dapat menghasilkan satu gigabyte data dalam satu detik.

Dengan banyaknya data yang dikumpulkan, lebih banyak bisnis kreatif yang dapat muncul. Dengan data-data ini, kita membuka potensi bermanfaat dalam bidang keamanan, keselamatan, komersial, dan banyak lainnya. Salah satu penggunaan data ini sudah diimplementasikan di Israel oleh sebuah startup.

Menurut Ben Volkow, CEO Otonomo, sebuah startup yang menjual data kendaraan, data tersebut dimanfaatkan untuk sebuah aplikasi parkir. Data dari mobil yang melewati sebuah jalan dapat memberi informasi tentang tempat parkir kosong di jalan tersebut, dan dalam sebuah tempat yang ramai, informasi ini sangatlah berharga.

Volkow memprediksi kalau dalam tahun 2020, perusahaan otomotif akan mendapatkan pemasukan yang lebih banyak dari menjual data dibandingkan produk mobilnya sendiri. Tujuan akhir dari mengumpulkan data kendaraan adalah untuk merakit mobil self-driving yang dapat meluncur membawa penumpang, di mana pun di dunia, dengan aman. Dan untuk ini mereka memerlukan data yang banyak.

Dengan transportasi otomatis, pasar transportasi akan meluas. Mereka yang sebelumnya tidak dapat membeli kendaraan pribadi kini dapat dengan mudah dan murah memesan kendaraan self-driving.

Tidak hanya itu, taksi dapat memberikan jasa periklanan yang sesuai dengan target pasar si pengiklan. Contohnya, dalam taksi tersebut terdapat layar yang memunculkan iklan-iklan sesuai dengan daerah dia berada, waktu dia sedang berjalan, dan data-data lainnya.

Dengan sistem ini, kita juga akan menghemat banyak dana yang dikeluarkan untuk kecelakaan lalu lintas. Visi ini mungkin terasa sangat jauh, namun nyatanya kita tidak perlu menunggu lama loh. Menurut project self-driving car milik Google, gaji dari seorang insinyur self-driving car bisa mencapai 10 juta USD per-orangnya. Perusahaan teknologi dan otomotif, seperti Uber, juga telah membuat investasi yang banyak dalam startup-startup bersangkutan.

 

Nah menarik kan? Coba saja bayangkan di masa depan bila kamu ingin bepergian ke mall, lalu kamu memesan taksi online, dan saat datang, mobil tersebut tidak ada supirnya. Pastinya perjalanan kamu menuju mall akan lebih menarik. Walau kini masih banyak rintangan-rintangan yang perlu dilewati – seperti biaya koneksi antara kendaraan dan internet yang mahal, dan koleksi data yang sangat banyak dan perlu dibuat lebih efektif – masa depan itu tidak akan lama lagi tiba loh.

Bagikan ke sesama!
Categories
Tech Corner
Belum Ada Komentar

Tinggalkan Komentar

*

*

Newsletter

Upcoming Events
  1. e2eCommerce Indonesia 2018

    October 17 @ 8:00 am - October 18 @ 5:00 pm

TERKAIT