Orang Hemat Vs Orang Pelit, Kamu yang Mana?

Pernah tidak kamu dituduh pelit? Misalnya saat kamu makan di foodcourt, lalu kamu membawa pulang sambal sachet, teman kamu pun berkata: “Buset, pelit banget lu, gak mau rugi, sambal...

Pernah tidak kamu dituduh pelit? Misalnya saat kamu makan di foodcourt, lalu kamu membawa pulang sambal sachet, teman kamu pun berkata: “Buset, pelit banget lu, gak mau rugi, sambal sachet aja lu bawa pulang!”.  Sebaliknya mungkin kamu pernah merasa kesal dengan temanmu, yang meminjam barang-barangmu atau meminta bekalmu setiap hari, dengan alasan “lagi hemat”.

Kalau sebelumnya kamu mengetahui orang produktif vs orang sibuk, kamu yang mana, kini kamu akan mengetahui, kamu selama ini berhasil untuk menjadi orang yang berhemat, atau kamu malahan menjadi orang pelit.

 

Secara Makna

Menurut Collins English Dictionary, definisi cheapskate (pelit) adalah “a miserly person ” atau “a stingy hoarder of money and possessions (often living miserably) ”. Sedangkan frugal (hemat) adalah “practicing economy, living without waste, thrifty ”.

Bisa diartikan, bahwa orang pelit adalah kamu menjadi orang yang sengsara dengan menimbun uang, harta benda yang terkadang tidak kamu butuhkan. Sedangkan orang hemat adalah kamu, orang yang dapat hidup ekonomis, dapat mengatur keuangan sesuai yang kamu butuhkan.

 

Pola Pikir

Kamu hemat karena kamu dapat mengendalikan keuanganmu, sedangkan orang pelit, kamulah yang dikendalikan oleh uang. Sebagai ilustrasi, jika kamu adalah orang hemat, kamu akan berpikir untuk membawa minum dari rumah agar kamu tidak perlu membelinya di luar. Sedangkan jika kamu orang yang pelit, kamu akan berpikir ulang untuk membeli minum, lalu malah akhirnya meminta minum ke temanmu secara paksa, sekalipun kamu sedang kehausan, dan berada di tempat makan.

 

Bermanfaat atau Merugikan?

Kamu hemat, itu berarti kamu tahu betul bagaimana memanfaatkan kesempatan, serta peluang tersebut bermanfaat baik bagi kamu. Sebaliknya jika kamu adalah orang pelit, kamu tahu itu adalah peluang yang sebenarnya merugikan, tapi kamu tetap melakukannya. Jika dilustrasikan, kamu memanaskan makananmu tadi malam agar berhemat, tapi ketika kamu menjadi orang pelit, tahu sudah basi, kamu tetap memakannya padahal dapat mengancam kesehatanmu.

 

Berhati-hati

Memang betul, ketika kamu berhemat pastilah kamu akan berhati-hati terhadap setiap pengeluaranmu. Tapi kamu sebagai orang yang berhemat, bukan berarti kamu tidak bermurah hati, dan tetap mau menolong orang di sekitarmu. Sedangkan jika kamu adalah orang pelit, kamu tidak akan mengenal 2 hal itu, malah kamu akan berhati-hati atau sembunyi-sembunyi. Contoh ilutrasi, kamu berhemat dengan cara membawa bekal dari rumah, dan kamu tetap makan bersama temanmu tanpa takut kalau bekalmu akan diminta. Akan tetapi ketika kamu menjadi orang yang pelit, kamu akan lebih memilih makan sendiri, sehingga bekalmu tidak ada yang meminta.

 

Belajar

Ketika kamu berhemat, kamu juga akan belajar dari berbagai referensi, tokoh inspiratif seperti bagaimana mengatur keuanganmu dari seorang jutawan, belajar, dan menemukan cara idealmu untuk berhemat mencapai tujuanmu. Tetapi ketika kamu adalah seorang yang pelit, kamu akan belajar menahan penderitaan kamu seorang diri.

 

Jadi, sudah tahu selama ini kamu sudah jadi orang yang berhasil berhemat atau malah jadi orang pelit? Sebenarnya itu semua kembali ke dirimu sendiri, bagaimana cara efektif kamu untuk mengatur keuanganmu, hanya saja kamu perlu ingat juga jangka panjang, dan konsekuesi seperti apa yang akan kamu hadapi nanti.

 

[Apolos Avrialdo]

Categories
Finance

RELATED BY