6 Cara Ampuh untuk Membangun Kedisiplinan Diri yang Konsisten

Jika kamu lihat, apa alasan seseorang tidak bisa sukses, bahagia, atau sehat seperti keadaan saat ini dalam kehidupannya? Terlepas dari banyak alasan, mungkin hanya ada satu alasan sederhana: Kurangnya...

Jika kamu lihat, apa alasan seseorang tidak bisa sukses, bahagia, atau sehat seperti keadaan saat ini dalam kehidupannya? Terlepas dari banyak alasan, mungkin hanya ada satu alasan sederhana: Kurangnya kedisiplinan diri, yaitu sama sekali tidak melakukan apa yang perlu dilakukan untuk menikmati tingkat kesuksesan yang diinginkan.

Coba kamu pikirkan, apa yang benar-benar dibutuhkan agar kamu sukses di semua bidang dalam kehidupan kamu? Kemungkinannya, bukan rahasia lagi. Semua orang tahu apa yang dibutuhkan untuk menyehatkan tubuh, tapi berapa banyak orang yang sebenarnya menjalankannya? Semua orang tahu apa yang harus dilakukan untuk tampil lebih baik dalam pekerjaan mereka, tapi berapa banyak orang yang masih belum melakukannya? Semua orang tahu makanan mana yang harus dihindari dan mana yang harus dimakan, tapi kebanyakan orang juga tidak melakukannya.

Singkatnya, semua pengetahuan di dunia ini tidak ada artinya jika kamu tidak memiliki sikap disiplin untuk menggunakan pengetahuan itu. Elbert Hubbard mendefinisikan disiplin diri sebagai “kemampuan untuk melakukan apa yang harus kamu lakukan, kapan kamu harus melakukannya, terlepas dari apakah kamu menyukainya atau tidak.” Ini adalah keterampilan yang diperlukan di atas hal lain untuk berhasil dalam usaha apapun.

Kesuksesan dalam hidup berasal dari tindakan yang kamu lakukan secara konsisten, dan hanya kedisiplinan diri yang memungkinkan kamu melakukan itu.

Inilah 6 cara ampuh untuk membangun sikap disiplin yang konsisten:

 

1. “If it’s to be, it’s up to me.” – William Johnson

Tidak peduli apa tujuan kamu dalam hidup, ada satu hukum besar yang harus kamu patuhi agar sukses: Tidak ada orang lain yang bisa menaiki tangga kesuksesan untuk kamu. Tidak ada orang lain yang bertanggung jawab atas kesehatan, kekayaan, kebahagiaan, atau kesuksesan kamu. Dari hari kamu meninggalkan rumah orang tua kamu dan mulai membuat pilihanmu sendiri, kamu bertanggung jawab atas hidupmu dan pilihan yang kamu buat. Kamu memilih pekerjaanmu, tempatmu bekerja, orang yang tinggal dengan kamu, dan seberapa banyak kamu berolahraga setiap hari. Hanya kamu yang dapat memilih bagaimana kamu menghabiskan waktumu, dan keputusan yang kamu buat secara konsisten akan membuat atau mengubah hidup kamu.

Jika kamu menginginkan kehidupan yang lebih baik, kamu perlu membuat keputusan yang lebih baik. Kamu bisa menyalahkan orang lain karena kurangnya hasil atau kebahagiaan sepanjang hidup kamu, tapi itu tidak mengubah apapun. Hanya kamu yang bisa mengubah hidup kamu dengan mengubah pilihan yang kamu buat. Bertanggung jawab atas segala sesuatu dalam hidup, bahkan jika kamu tidak dapat secara langsung mempengaruhinya. Sekalipun tidak dalam kendali langsung, kamu dapat selalu memilih bagaimana tanggapan kamu.

 

2. Musuh Terbesar dari Kesuksesan

Menurut pembicara motivasi Brian Tracy, musuh terbesar dari kesuksesan adalah zona nyaman kamu. Jika kamu memilih apa yang menyenangkan dan mudah atas apa yang diperlukan, kamu tidak akan pernah mencapai tingkat kesuksesan dan kebahagiaan yang dapat kamu capai dalam hidup kamu. Itu karena setiap kemenangan besar membutuhkan pengorbanan besar. Jika kesuksesan itu mudah, semua orang akan sukses. Tapi karena kesuksesan di bidang kehidupan kamu membutuhkan kerja keras dan pengorbanan, kebanyakan orang tidak akan pernah bisa mencapai potensi penuh mereka.

Kapanpun kamu memutuskan untuk tidak melakukan apa yang seharusnya kamu lakukan, kamu tidak hanya membuang kesempatan kamu untuk tumbuh sebagai pribadi, tapi juga kehilangan kepercayaan dirimu. Kamu mulai menganggap diri kamu malas dan tidak berhasil, dan citra diri itu akan menjadi kenyataan.

Untuk mencapai tujuan apapun yang kamu miliki, ada tiga hal yang kamu butuhkan: visi yang jelas untuk apa yang kamu inginkan, rencana untuk sampai ke sana, dan tindakan besar yang terus-menerus diulang dari waktu ke waktu! Dua poin pertama mungkin adalah bagian yang mudah, namun kebanyakan orang berjuang dengan poin ketiga, yaitu kerja keras.

Tidak ada yang tidak dapat kamu capai dengan kerja keras, jadi kamu perlu membangun kebiasaan dalam memilih apa yang sulit dan sangat perlu dilakukan daripada hanya kesenangan dan kemudahan. Mungkin dengan melakukan ini adalah cara yang paling pasti untuk sukses dalam hidup.

 

3. Berpikir Jangka Panjang

Mengutip dari Abraham Lincoln, “Cara terbaik untuk memprediksi masa depan adalah dengan menciptakannya.” Jika kamu pernah bertanya-tanya di mana kamu akan berada 10 tahun dari sekarang, lihatlah kehidupan kamu saat ini. Tindakan apa yang kamu ambil untuk mewujudkan cita-cita kamu? Berapa banyak buku yang kamu baca untuk tumbuh sebagai pribadi, dan berapa banyak hal baru yang kamu pelajari? Dengan orang seperti apa kamu bergaul? Apakah kamu berusaha keras untuk mencapai tujuan kamu hari ini?

Orang sering berpikir bahwa kehidupan mereka akan tiba-tiba berubah melalui beberapa peristiwa “menakjubkan” di masa depan, tapi bukan itu masalahnya. Hidup kamu berubah hanya sejauh yang kamu ubah. Jika kamu tidak senang dengan keadaan kamu saat ini, apakah kamu mengambil tindakan untuk mengubahnya? Tidak ada yang akan berubah jika kamu tidak mengubah apa yang kamu lakukan setiap hari. Seperti yang Aristoteles catat lebih dari 2.000 tahun yang lalu, “Kita adalah apa yang kita lakukan berulang kali. Keunggulan itu, bukan tindakan, tapi kebiasaan.”

Cara yang bagus untuk menciptakan masa depan kamu secara aktif adalah bertanya kepada diri sendiri: Jika seandainya saya telah mencapai tujuan saya, bagaimana saya bertindak setiap hari? Buku apa yang akan saya baca, seberapa sering saya bekerja, dan bagaimana saya meluangkan waktu di kantor?

Begitu kamu menjawab pertanyaan ini, kamu tahu apa yang harus dilakukan. Bertindaklah seolah-olah kamu telah sukses.

 

4. Hambatan adalah Bagian dari Kesuksesan

Dalam hidup, tidak ada hal yang datang dengan mudah. Kamu harus berkorban dalam bentuk waktu, usaha, rasa sakit, dan kerja keras jika ingin sukses. Akan ada banyak kemunduran, dan ketika kamu merasa telah dekat dengan keberhasilan, akan muncul kesulitan untuk menguji seberapa besar kamu benar-benar menginginkan kesuksesan tersebut. Baru setelah melewati satu ujian, dan tantangan-tantangan lainnya, maukah kamu tetap berjuang untuk menjadi sukses?

Tragedi besar kehidupan adalah bahwa kebanyakan orang menyerah sebelum mencapai kesuksesan. Ingat, kapanpun kamu mengalami kegagalan dan kesengsaraan, teruslah bangkit! Kesuksesan itu seharusnya sulit, karena itulah yang membuatnya begitu istimewa. Jika mudah, siapapun bisa melakukannya. Namun karena sulit, itu menjadi kesempatan kamu untuk memisahkan diri dari orang-orang yang tidak menginginkan kesuksesan sebesar kamu.

Satu-satunya cara untuk tumbuh sebagai pribadi adalah dengan menghadapi tantangan terbesar dalam hidup dan bertahan cukup lama untuk sukses. Tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan atau seberapa sulitnya, selalu ingat kata-kata pembicara motivasi Les Brown: “Ini belum berakhir sampai saya menang!”.

 

5. Tulislah Ulang yang Menjadi Tujuan Kamu Setiap Hari

Untuk memaksimalkan kedisiplinan kamu setiap hari, kamu perlu mengingat gambaran yang lebih besar. Hanya dengan mengingat mengapa kamu melakukan apa yang kamu lakukan, kamu akan melakukan tindakan yang diperlukan dan menindaklanjutinya meskipun sulit. Lagi pula, kamu tidak bekerja begitu keras tanpa alasan. Kamu memiliki tujuan spesifik bahwa kamu ingin mencapainya dengan segala usaha yang sepadan.

Seperti kata Nietzsche, “Dia yang memiliki ‘mengapa’ untuk hidup, dapat menanggung hampir semua ‘bagaimana’ caranya.”. Jika kamu tahu apa yang ingin kamu lakukan, dan kamu memiliki cukup alasan untuk melakukannya, kamu akan melakukan apapun yang diperlukan.

Masalahnya, kamu cenderung begitu terperangkap dalam bekerja dan mencapai tujuan kamu sehingga kamu lupa mengapa kamu memulainya dari awal. Kamu lupa mengapa kamu melakukan apa yang kamu lakukan dan malah merasa terbebani oleh daftar tugas yang tampak tidak ada habisnya. Tidak mengherankan bahwa kebanyakan orang tampak begitu tak bergairah dan bahkan bosan dengan kehidupan – mereka tidak memiliki tujuan untuk diperjuangkan!

Cara termudah untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menulis ulang tujuan kamu setiap hari dan membayangkan masa depan sesuai keinginan kamu. Setiap pagi setelah bangun tidur, catatlah tujuan terpenting yang kamu miliki untuk hidup kamu. Ini tidak hanya akan membuat kamu termotivasi dan bersemangat, tapi juga menjelaskan apa yang perlu kamu lakukan agar berhasil. Hanya bila kamu berfokus pada tujuan dan visi untuk hidup, kamu dapat membuat keputusan yang berkontribusi pada tujuan tersebut.

 

6. Bertekad dari Awal Bahwa Kamu Tidak Akan Pernah Menyerah

Untuk memastikan kamu tetap kuat dalam menghadapi kesulitan, pastikan untuk memutuskan terlebih dahulu bagaimana kamu menghadapinya begitu hal itu terjadi. Kamu perlu memiliki rencana untuk apa yang harus dilakukan bila suatu saat semua kesulitan menerpamu. Jika tidak, kamu akan terlalu mudah menyerah. Saat menulis tujuan kamu, berkomitmenlah untuk mewujudkannya, tidak peduli seberapa sulitnya. Tentukan bagaimana kamu akan menghadapi kegagalan dan kemunduran sehingga kamu dapat bangkit kembali lebih kuat dan lebih baik dari sebelumnya.

Jika kamu membuat komitmen ini, kamu akan berhasil dalam segala hal yang kamu tetapkan dalam pikiranmu. Mungkin tidak segera, tapi pasti.

 

[Noverian Halim]

Categories
InspirationProductivity

RELATED BY