10 Tips Buat Kamu yang Ingin Memulai Startup sebagai Mahasiswa

Memulai dan menjalankan startup adalah hal yang memakan banyak waktu dan tenaga. Beberapa dari kamu tentunya ingin menunggu lulus kuliah atau menjadi sarjana terlebih dahulu agar dapat benar-benar fokus...

Memulai dan menjalankan startup adalah hal yang memakan banyak waktu dan tenaga. Beberapa dari kamu tentunya ingin menunggu lulus kuliah atau menjadi sarjana terlebih dahulu agar dapat benar-benar fokus pada bisnis yang akan kamu bangun.

Baca juga: Buat Kamu yang Sudah Lulus Sarjana, Yuk Segera Terjun ke Dunia Bisnis!

Nah, tapi mungkin juga beberapa dari kamu merasa sangat eager untuk memulai bisnismu sendiri bahkan ketika kamu masih seorang mahasiswa. Mungkin kamu telah memiliki banyak ide, memiliki network yang dapat membantumu, bahkan telah menyiapkan business plan.

Memulai startup selagi kamu menjalankan rutinitas sebagai mahasiswa memang terbilang menantang, namun tidaklah mustahil. Bahkan, tokoh-tokoh ternama seperti Mark Zuckerberg dan Michael Dell memulai bisnis mereka ketika masih kuliah.

Baca juga: Pelajaran Berharga dari Seorang Mark Zuckerberg, Sang Pendiri Facebook

Bagi kamu yang tertarik untuk memulai lebih awal sepak terjangmu di dunia bisnis, berikut FILE bagikan tips-tips untuk membantumu mulai mengambil langkah-langkah menuju mimpimu:

 

1. Menentukan Prioritas

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, memulai bisnis sambil menjalankan rutinitas kuliah cukup menantang. Karena itu menentukan prioritasmu sangatlah penting – apa tujuan jangka pendek dan jangka panjang dari karir yang akan kamu jalankan, dan bagaimana kamu dapat menyeimbangkannya dengan kegiatan kampus. Kamu bisa menanyakan 4 pertanyaan berikut pada dirimu sendiri:

  • Mengapa kamu ingin memulai bisnis sebelum kamu lulus?
  • Mengapa kamu masih tetap ingin melanjutkan studimu?
  • Apakah pelajaran serta tugas-tugas kuliah yang kamu dapatkan bisa membantumu membangun bisnis?
  • Apakah bisnismu dapat tetap berjalan kedepannya setelah kamu lulus?

Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, berikan juga alasan yang jelas. Lalu, kamu dapat menentukan kapan kamu harus “mengorbankan” jam belajarmu untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat mendukung dimulainya bisnismu.

 

2. Memilih Mata Kuliah yang Tepat

Beberapa dari kamu tentunya tetap ingin mendapatkan nilai bagus walaupun menjalankan begitu banyak rutinitas. Jika kamu masih bersekolah dan akan segera menjadi mahasiswa, pastikan kamu memilih jurusan yang dapat mendukungmu menjalankan startup nantinya. Jika dimungkinkan, pilih kelas-kelas dengan pengajar maupun mahasiswa-mahasiswa yang memiliki pemikiran serupa denganmu. Dengan ini, rutinitas kuliahmu tidak akan kamu anggap mengganggu atau menghalangimu memulai bisnis, malah mendukungmu untuk mendapatkan ilmu dan saran-saran yang bermanfaat.

Namun, jika kamu adalah seorang mahasiswa dan  telah memilih jurusan tertentu, yang mungkin kamu anggap tidak begitu relevan dengan bisnis yang akan kamu mulai, jangan berkecil hati. Beberapa universitas memiliki mata kuliah ataupun program entrepreneurship yang dapat kamu manfaatkan untuk mendapat ilmu, bahkan menguji ide bisnismu. Kamu juga bisa masuk ke dalam organisasi kemahasiswaan yang berfokus pada topik bisnis. Tidak hanya itu, terdapat berbagai lomba entrepreneur yang diadakan oleh institusi-institusi tertentu yang dapat kamu ikuti.

 

3. Memanfaatkan Fasilitas Kampus

Biaya kuliah yang kamu bayar juga mencakup berbagai fasilitas seperi wifi gratis, materi pelajaran online, perpustakaan, bahkan berbagai software bermanfaat yang gratis maupun dengan potongan harga. Jadi, pergunakanlah berbagai fasilitas tersebut dengan semaksimal mungkin untuk mendukung dimulainya bisnismu.

 

4. Membangun Relasi dengan Mahasiswa-Mahasiswa Lain

Tidak seperti sekolah, di kampus, kamu akan berinteraksi tidak hanya dengan mereka yang sekelas denganmu. Kamu akan bertemu dengan begitu banyak orang yang dapat menjadi mitra kerjamu nantinya. Ketika kamu berkenalan dengan mahasiswa yang menurutmu memiliki motivasi dan mimpi yang sama denganmu, cobalah saling berbagi ide dan mengajak mereka berkolaborasi dengan berbagai kegiatan entrepreneurship yang ingin kamu ikuti.

Kamu juga dapat mengikuti organisasi-organisasi kemahasiswaan yang dapat membantumu mendapat banyak ilmu dan tentunya, memberikanmu kesempatan untuk membangun koneksi dengan lebih banyak orang lagi.

 

5. Mengikuti Event-Event Kampus

Kampus tentunya memiliki banyak sekali event, baik yang diadakan oleh kampus itu sendiri, oleh institusi tertentu, maupun oleh suatu organisasi kemahasiswaan. Sebagai mahasiswa, selagi informasi mengenai event terbilang sangat mudah untuk kamu dapatkan, manfaatkanlah kesempatan ini sebaik-baiknya. Ikutilah event yang menurutmu memiliki materi atau topik yang menarik, relevan, serta memiliki pembicara terpercaya.

Dalam event seperti seminar ataupun talkshow, kamu berkesempatan untuk menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan startup yang akan kamu mulai. Terdapat juga event seperti company visit dimana kamu berkesempatan untuk mengunjungi kantor startup-startup ternama, dan masih banyak lagi. Dalam mengikuti acara-acara tersebut, kamu tidak hanya mendapat ilmu, namun juga berkesempatan membangun network, bahkan menarik perhatian mereka yang ahli dalam bidangnya untuk membantumu memulai bisnismu.

Baca juga: Startup Your Passion: How To Build Your Startup

 

6. Menanyakan Pertanyaan-Pertanyaan yang Berhubungan dengan Bisnis di Kelas

Ide bisnis yang kamu miliki tentunya perlu kamu uji, bahkan perbaiki. Kamu perlu menyiapkan berbagai strategi, mempelajari kondisi pasar sekarang, siapa saja kompetitormu, dan lain-lain. Di kelas, kamu dapat menanyakan berbagai opini mengenai bisnis yang akan kamu bangun ke pengajarmu maupun teman-temanmu. Pertanyaan seperti:

  • Apakah kira-kira kamu akan menggunakan jasa/produk ini?
  • Mengapa bisnis seperti ini menarik?
  • Kira-kira apa yang kamu ingin perbaiki dari jasa/produk ini?

Pengajar maupun teman-temanmu juga lama kelamaan akan menyadari ide serta semangat bisnismu. Bahkan kamu bisa saja menemukan target pasar yang tepat untuk bisnismu ketika kamu menanyakan hal-hal di atas ke berbagai kalangan.

 

7. Mencari Berbagai Opsi Pendanaan Startup

Keuangan adalah faktor penting yang perlu diperhatikan di tahap awal bisnis. Nah, kampus adalah tempat yang cocok bagimu untuk mencari kesempatan untuk menghasilkan dana, seperti dari program-program beasiswa dan bantuan bagi mahasiswa berprestasi. Tak hanya itu, memiliki alamat email berakhiran “.edu” yang diberikan kepada kamu saat kamu menjadi mahasiswa bisa sangat menguntungkan karena terdapat beberapa opsi pendanaan yang tersedia untuk student entrepreneurs.

Hal-hal seperti crowdsourcing juga dapat membantumu mendapatkan pendanaan maupun perhatian para investor untuk startup yang ingin kamu mulai. Sebagai mahasiswa, kamu dapat menjangkau komunitas-komunitas sekolah ataupun mahasiswa untuk mempromosikan produk atau jasamu. Kamu bahkan dapat membuat event crowdsourcing di kampusmu.

 

8. Buat Jadwal dan To-Do List

Tentunya setelah beberapa lama, kamu akan merasa lelah, bahkan kewalahan karena berusaha menyeimbangkan waktu yang kamu gunakan untuk kuliah dan bisnis. Karena itulah, kamu dapat mulai membuat jadwal serta to-do list untuk kegiatanmu setiap harinya. Hal ini membantumu untuk tetap fokus dan menyelesaikan tugas-tugas yang memiliki prioritas tinggi.

Baca juga: 11 Tips Time Management untuk Kamu yang Selalu Kehabisan Waktu

Kamu juga dapat memecah suatu kegiatan ke dalam beberapa “time block ”. Misal, 1 time block berisi 50 menit untuk belajar, 10 menit istirahat. Begitu seterusnya untuk kegiatan-kegiatan lain. Hal ini dapat membantumu menyerdahanakan tugas yang besar, dan juga membantumu untuk lebih fokus.

Baca juga: Tingkatkan Produktivitasmu dengan Teknik Pomodoro

 

9. Belajar Berkata Tidak

Dengan begitu banyak kegiatan yang harus kamu kerjakan, pastinya ada suatu waktu dimana kamu harus membatasi seberapa banyak kegiatan yang dapat kamu kerjakan tiap harinya. Jangan takut untuk berkata tidak bagi beberapa kegiatan yang kamu rasa tidak bermanfaat. Namun, bukan berarti kamu harus menghapus segala kegiatan recreational-mu. Tetap sediakan waktu bagimu untuk beristirahat ataupun menghadiahi dirimu atas segala kerja keras yang telah kamu lakukan. Yang terpenting, manfaatkan waktu sebaik-baiknya, namun tidak hingga ke level dimana kamu merasa terlalu terbebani dan kewalahan.

 

10. Cari Mentor yang Dapat Mengajarimu

Kampus memberikanmu banyak sekali kesempatan untuk membangun network, bahkan dengan mereka yang berada di luar kampus. Kamu bisa bertemu mereka yang dengan senang hati mau mengajarimu, bahkan menjadi mentormu untuk membagikan ilmu serta pengalaman yang telah mereka miliki. Tak hanya itu, mereka juga dapat memperkenalkanmu ke orang-orang berpengalaman lainnya sehingga network­-mu dapat berkembang menjadi lebih luas lagi.

Categories
BusinessInspiration

RELATED BY